Kasus TB Masih Tinggi, Anwar Hafid Tekankan Pembentukan Satgas di Sulteng

Ringkasan Berita:

  • Angka kasus tuberkulosis di Sulawesi Tengah masih tinggi, sehingga Gubernur Anwar Hafid menganggap pembentukan Tim Gabungan TB diperlukan untuk memperkuat penanganan di wilayah tersebut.
  • Satuan Tugas TB akan dibentuk hingga tingkat kabupaten/kota, di mana Satuan Tugas di tingkat provinsi memiliki tugas untuk mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program TB di seluruh wilayah.
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menerima 16 unit mesin X-Ray portabel pada September 2026 guna mempercepat pengidentifikasian kasus sebagai bagian dari upaya mencapai eliminasi TB pada tahun 2030.

, PALU –Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menekankan perlunya pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Tuberkulosis (TB) di setiap kabupaten dan kota.

Tindakan tersebut dianggap penting karena kasus tuberkulosis di Sulawesi Tengah masih termasuk tinggi dan memerlukan penanganan secara bersama.

Anwar Hafid menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Fauzan serta Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Anwar, tim tugas TB di wilayah akan tidak hanya mengurus kasus, tetapi juga memastikan program pemberantasan TB berjalan secara terus-menerus.

Pemantauan dan penilaian berkala juga penting dilakukan guna mengidentifikasi wilayah yang masih menghadapi tantangan dalam penanganian TBC.

“Kepala daerah, saya menekankan, ini TB harus menjadi prioritas. Jika perlu, kita bentuk masing-masing satuan tugas TB di setiap kabupaten/kota,” ujar Anwar.

Selain di tingkat kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Sulteng juga mendorong pembentukan Satgas TB di tingkat provinsi.

Satgas tersebut kelak bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program TB di seluruh kabupaten/kota agar daerah yang masih lemah segera dapat diperkuat.

Anwar menekankan bahwa pemberantasan TB memerlukan keterlibatan bersama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, mahasiswa hingga masyarakat.

“Jika kita serius, satu langkah, satu program, gerak yang seragam, saya yakin dan percaya kita bisa menyelesaikannya,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Anwar juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Kementerian Kesehatan dalam memperkuat pengawasan dini TB di Sulawesi Tengah.

Pemerintah Provinsi Sulteng akan menerima bantuan sebanyak 16 unit mesin X-Ray portabel yang diharapkan tiba pada bulan September 2026.

Bantuan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses pemeriksaan sekaligus mempercepat pengidentifikasian kasus TB.

Anwar percaya bahwa penguatan penanganan dengan dibentuknya Satgas TB di wilayah serta dukungan alat deteksi dini dapat mempercepat Sulteng mencapai tujuan eliminasi TB pada tahun 2030.

“Harapan kami, penghapusan TB pada tahun 2030 dapat tercapai secara bersama,” tutupnya.(*)

Pos terkait